Langsung ke konten utama

Kepincut Zuppa Soup

Saya adalah pemakan segala alias omnivora. Eits, maksudnya jenis makanan yang matang dan enak. Enak menurut lidah saya tentunya. 

Sebenarnya saya lebih menyukai makanan dan jajanan tradisional. Jajanan yang memiliki kekhasan. Namun tidak menutup diri dan hati untuk mencicipi makanan ala luar negeri. Sesekali bolehlah. 

Nah, salah satu jenis makanan yang pernah saya cicipi dan akhirnya jatuh suka adalah zuppa soup. Sup kental dengan lapisan pastry di atasnya. Ini adalah jenis makanan yang berasal dari Italia. Tepatnya dari Toscana, Italia. Di sana dikenal dengan nama zuppa toscana. 

Pertamakali mengenal zuppa soup saat menghadiri resepsi salah satu kawan di sebuah hotel beberapa tahun yang lalu. Di salah satu sudut ruang makanan, ada banyak orang berkerumun mengantri sesuatu. Dihinggapi rasa penasaran, saya pun menghampiri dan ikut mengantri. Rupanya sedang menunggu zuppa soup. 

Agak lama juga saya menunggu. Akhirnya sampai juga pada giliran saya. Ternyata hanya semangkuk sup yang atasnya ditutupi roti jenis pastry. Sampai harus antre karena mesti menunggu keluar dari open pembakaran. 

Perlahan-lahan saya cicipi sup ala Italia itu. Bentuknya kental putih karena ternyata campuran kaldu, susu dan keju. Didalamnya ada potongan kacang polong, daging, sosis dan jamur. Rasanya, ehmmm... ternyata enak. Saya suka. 

Sejak itu jika ada undangan resepsi pernikahan di gedung, saya mencari menu tersebut nomor satu. Dan ternyata keseringan tidak ketemu alias jarang ada. Sementara lidah ini sudah kadung kecanduan. Maka alternatif lain adalah hunting ditempat makan seperti pizza hut. 

Sayang sampai terakhir saya hunting zuppa soup, rasanya belum ada yang seenak ketika pertama mencicipinya di sebuah hotel. Beda koki memang. Ujung-ujungnya jadi mengkhayal. Bagaimana ya rasanya makan zuppa soup langsung dari tanah asalnya? Ealaah. Lidah dan hati ini suka gitu. 

#onedayonepost
#februari2017
#harike-8
#kulinerluarnegeri





Komentar

  1. Owhh itu namanya zupa soup baru tau sering liat di film2 😀😀 jd pengen di fitsa hats ada yaa

    BalasHapus
  2. Suka jugaa zuppa soup ini, tapi kadang merasa makannya perlu usaha, seringnya masih belepotan hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus panas soalnya Mba makannya..hihihi

      Hapus
  3. Saya juga suka Bun Zuppa Soup dan yang terenak itu pas di acara kondangan. Aah jadi ngebayangin nih bun, huhuu lapeeer...

    BalasHapus
  4. Saya juga suka Zuppa Soup, kadang pengen bikin sendiri, tapi kok ya berasa repotnya kalau cuma untuk berdua. Hehe

    BalasHapus
  5. Saya tuh lidahnya kampung banget Mbak Denik, suka kaget kalo nyicipin makanan asing hahaha

    BalasHapus
  6. Uni kayak aku, suka nggak cocok sama makanan elit begitu.

    BalasHapus
  7. Anakku demen banget zuppa soup Mbak...kalau ibuknya sambel tumpang aja hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha...aku sambel tumpang kurang suka.

      Hapus
  8. Saya makan zuppa soup kyknya di acara kawinan mbak hihihi. Kalau beli dmn ya? Moso makan buffet hotel dulu :D

    BalasHapus
  9. Enak d makan hangat2 ya mba ...awalnya sy tidak suka jadi suka walau pun belum terlalu jadi kecanduan sii hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, hangat-hangat makannya. Ehmmm...nyumyy

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Sinom, Minuman Khas Surabaya Kaya Manfaat

Bagi kita yang tinggal di perantauan. Bisa menikmati kuliner khas daerahnya itu sesuatu yang sangat istimewa sekali. Rasanya seperti melepas kangen dengan si dia. Ayem, tentram rosone ati. Eaaaa.... Pokoknya begitulah. Segala upaya dilakukan agar bisa melepas kangen. Begitu juga dengan urusan kuliner. Sebisa mungkin dapat menikmati kuliner khas daerah asal. Sebagai orang Surabaya yang merantau di Jakarta, kemudian menetap di sini. Saya kerap merindukan rujak cingur, tahu campur dan lontong balap. Jenis makanan khas Surabaya yang tidak mudah ditemui. Sehingga butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Awal-awal tinggal di Jakarta sempat bingung mencarinya. Begitu sudah mengetahui tempatnya tinggal meluncur saja ke lokasi. Cukup jauh dari kediaman saya. Tetapi demi "melepas rindu" dengan makanan khas daerah asal, maka jarak bukanlah penghalang. Bukankah demikian juga saat rindu dengan si dia? Itu untuk jenis makanan. Lalu adakah jenis minuman yang juga membuat saya...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...