Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Food Blogger

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...

Roker, Camilan Lain Asal Lampung

Lampung. Provinsi di Pulau Sumatera yang terdekat dari Banten.  Hanya dengan menyebrangi Selat Sunda, kita sudah tiba di Pulau Sumatera.  Lampung menjadi pintu gerbang perjalanan ke Pulau Sumatera. Dokumen pribadi Bicara Lampung, saya punya banyak cerita tentang pulau yang berjuluk "Tapis Berseri."  Lampung merupakan pulau pertama yang saya jajaki begitu mengenal kata bertualang. Ceritanya saat masih duduk di bangku SLTA, saya mulai menanyakan keberadaan nenek dan saudara-saudara ibu. Sebab di Jakarta tidak ada saudara dari ibu. Semua yang saya kunjungi merupakan saudara dari bapak. "Nenekmu dan saudara-saudara ibu tuh adanya di Lampung. Tapi ibu belum pernah ke sana sejak menikah dengan bapakmu. Ibu enggak boleh kemana-mana. Tapi ibu punya alamatnya. Kalau kamu mau ke sana nanti ibu kasih tahu." Saya lo yang dasarnya senang jalan, suka penasaran. Ditawari begitu jadi merasa tertantang. Ke Lampung? Kenapa tidak? Boleh juga. Maka begitu libur akhir tahun tiba, saya t...

Kue Talam Labu Kuning, Olahan Lain Labu Kuning

Labu kuning salah satu camilan yang wajib ada di rumah. Tidak mesti setiap hari sih. Setidaknya tiga kali dalam seminggu harus ada. Karena apa? Karena manfaat labu kuning itu banyak sekali.  Dokumen pribadi Memang apa sih manfaat labu kuning itu? Dilansir dari detik healthy, manfaat labu kuning di antaranya: 1 . Bisa menyehatkan mata 2 . Bisa memperbaiki kerusakan kulit 3 . Bagus untuk pencernaan 4 . Bisa meningkatkan imun tubuh 5 . Bisa mencerahkan wajah Wah, banyak bukan manfaatnya? Maka jangan lewatkan untuk mengkonsumsi labu kuning di rumah.  Saya sih biasanya cukup dikukus saja menikmatinya. Karena sudah empuk dan manis. Apalagi cara terbaik menikmati buah dan sayuran adalah dengan memakannya langsung, dikukus atau direbus. Jadi saya pilih cara dikukus saja untuk menikmati labu kuning. Namun terkadang bosan juga ya makan labu kukus terus. Akhirnya saya olah menjadi kolak atau kue talam. Kue talam? Iya, kue talam labu kuning. Sebenarnya banyak sekali olahan labu kuning itu...

Bolu Bakar Telur

Bolu. Jenis kue yang satu ini tentu sudah tidak asing ditelinga. Hampir semua mengetahuinya. Bahkan merasakan seperti apa rasanya kue bolu itu. Ada bolu kukus, bolu bakar, dan bolu panggang. Rasanya pun bermacam-macam. Ada bolu kukus pelangi, bolu pandan, bolu ketan hitam, bolu pisang dan masih banyak lagi. Tetapi ada salah satu jenis kue bolu yang saya sangat saya sukai. Namanya kue bolu bakar telur. Karena bentuknya seperti telur. Bahan bakunya hampir sama dengan kue bolu pada umumnya. Tepung terigu, telur dan mentega. Dokumen pribadi Tetapi untuk kue bolu yang satu ini dibuat nya dengan cara dibakar. Cetakan kue bolunya diletakkan di atas tungku. Sehingga ketika matang, rasa dan bentuknya terasa berbeda. Ini menjadi salah satu kue khas saat lebaran di kampung. Dan sudah jarang ada di pasaran. Karenanya ketika berkunjung ke rumah sanak saudara di kampung, kue bolu ini menjadi incaran saya. Terkadang jika waktunya cukup, saya memesan minta dibuatkan untuk dibawa pula...

Berburu Rujak Cingur di Jakarta

Bagi penggemar rujak tentu sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Yakni rujak cingur. Namun tidak semua penggemar rujak menyukai jenis rujak satu ini. Karena tampilan rujaknya memang berbeda dibandingkan jenis rujak pada umumnya. Dokumen pribadi Rujak cingur warnanya hitam. Pengaruh dari bumbu petis yang digunakan. Tetapi justru hal inilah yang membuatnya berbeda. Ditambah dengan irisan cingur yang dicampur dalam rujak. Bagi saya inilah yang menjadi daya tarik rujak cingur. Namun tidak semua orang menyukai rujak ini. Sekali pun ia berasal dari Jawa Timur. Rujak cingur memang merupakan salah satu makanan khas Jawa Timur. Utamanya wilayah Surabaya dan sekitarnya. Jadi bagi Anda yang berasal dari Jawa Timur tentu mengenal penganan ini. Boleh jadi merindukan penganan ini jika kini sudah berdomisili di luar Jawa Timur. Inilah yang saya alami ketika suatu hari ingin sekali makan rujak cingur. Tidak mudah menemukan penjual rujak cingur di Jakarta dan sekitarnya. Bukan berarti tak...

Kue Dongkal Nan Legit

Cuaca dingin selepas hujan paling enak minum yang hangat-hangat ditemani sepiring camilan. Umumnya pisang goreng, singkong rebus atau roti bakar. Namun pilihan saya kali ini jatuh pada kue dongkal. Dokumen pribadi Entah kenapa lidah ini tiba-tiba kepengin nyamil kue dongkal. Seperti orang ngidam saja. Maka saya pun segera hunting kue ini. Ternyata oh ternyata  tidak mudah menemukan penjual kue dongkal. Meski akhirnya mendapatkannya juga. Itu pun setelah bertanya ke sana kemari. Rasanya bukan main girang hati ini. Seolah menemukan sesuatu yang hilang. Maka saya pun menikmati kue ini dengan penuh penghayatan. Kelembutan dan kelegitan kue ini rasanya sampai ke hati (ini sih bisa-bisanya saya). Eh, memang benar kok. Harus dinikmati dengan hati. Karena kue dongkal termasuk jajanan tradisional Indonesia yang mulai langka loh! Maka beruntunglah bagi yang masih bisa menjumpai dan menikmati kue ini.  Kue tradisional ini sebenarnya ada di beberapa daerah di Indonesia. Di Betawi (Ja...

Kerak Telor Pizza ala Betawi

Saat ada yang bertanya tentang makanan khas Betawi. Apa jawaban Anda? Kalau saya langsung menjawab kerak telor. Kerak telor (dokpri) Meski sebenarnya tak hanya kerak telor, masih banyak lagi jenis makanan yang khas asal Betawi. Namun kerak telor memang salah satu penganan yang menjadi unggulan dalam kuliner khas Betawi. Lalu saat ditanyakan. "Apakah sudah pernah makan kerak telor?" Jawaban yang terlontar beragam. Ada yang menjawab sudah, ada yang menjawab belum pernah. Bahkan ada juga yang menjawab. Kalau saya akan menjawab sudah pernah. Karena memang sudah pernah mencicipi makanan khas Betawi tersebut. " Gak tahu kerak telor itu kayak mana?" "Lho! Sampeyan tinggal di Jakarta tetapi kerak telor saja ndak tahu? Ngapain aja di Jakarta? Jangan-jangan monas juga ndak tahu! Oalah.... yo piye gak tahu apa-apa. Ndak beda dengan katak dalam tempurung kalo begitu sih!" Nah, bagi yang belum pernah makan kerak telor dan yang tidak tahu apa itu kerak telor. Ini ...

Sejarah Bir Pletok Khas Betawi

Pengamatan menimbulkan kreativitas.  Hal inilah yang terjadi pada masyarakat pribumi di Batavia pada masa penjajahan dahulu. Konon ketika para penjajah itu asyik berpesta dengan minum minuman bir, orang pribumi hanya bisa melihat dan mengamati saja dari jauh.  Dokumen pribadi Meskipun ingin tetapi masyarakat pribumi itu tidak lantas tergiur untuk mencicipi. Sebab mereka sangat teguh memegang aturan agama. Bahwa minuman yang memabukkan itu walau pun sedikit tetap saja hukumnya haram. Orang-orang pribumi itu rupanya tidak mau kalah. Mereka pun lantas berpikir untuk menciptakan minuman yang halal dan tak beralkohol. Maka diciptakanlah minuman dari ramuan rempah-rempah, yang fungsinya sama. Yaitu untuk menghangatkan tubuh. Karena beer atau bir memang jenis minuman yang berfungsi sebagai penghangat diri. Bir pletok terbuat dari campuran jahe, daun pandan wangi dan serai yang direbus terciptalah jenis minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Agar lebih menarik dan terlihat gaya, ...

Teh Talua Nan Nikmat

Teh. Apakah Anda penikmat jenis minuman tersebut? Pernahkah menikmati sensasi teh dengan cita rasa berbeda? Jika belum, maka Anda perlu mencobanya. Agar bisa merasakan sensasi berbeda dari segelas minuman bernama teh. Jika di Jepang orang mengenal teh hijau atau green tea dengan segala khasiatnya. Atau di Malaysia dengan teh tariknya. Maka di negara kita, Indonesia ada banyak teh dengan berbagai kekhasannya. Salah satunya adalah teh talua. Minuman khas Sumatera Barat. Teh Talua (dokpri) Teh talua menjadi menu wajib di warung-warung tradisional mau pun restoran Padang. Di kampung asal si teh ini, yakni Sumatera Barat. Para petani menjadikan teh talua menu wajib sarapan paginya sebelum berangkat ke ladang atau ke sawah. Karena teh talua dikenal kaya akan manfaat. Dokumen pribadi Teh talua merupakan minuman yang terdiri dari campuran teh, gula dan telur serta sedikit perasan jeruk nipis. Jenis telur yang digunakan biasanya telur ayam kampung atau telur bebek. Sementara perasan jeruk n...

Rela Mengantri Demi Kue Rangi

Saat libur akhir pekan yang lalu tiba-tiba saya ingin sekali makan kue rangi. Jajanan asli Betawi yang terbuat dari sagu tani dan diolesi saus manis dari gula merah. Saya pun berkeliling mencari jajanan itu. Ternyata sudah sulit ya mencari pedagang kue itu. Kue Rangi (dokpri) Keesokkan harinya pencarian dilakukan lagi. Saya berkeliling lagi dari satu perumahan keperumahan lain. Dari satu perkampungan keperkampungan lain. Hasilnya? Alhamdulillah dapat. Tukang kue ranginya sedang dikerubuti pembeli. Ada anak-anak juga ibu-ibu. Ya, tak apalah antri sebentar asal dapat. Dokumen pribadi Kue rangi dikenal juga dengan sebutan kue sagu rangi. Berbahan dasar tepung sagu tani yang dicampur dengan parutan kelapa tua. Dibakar dalam cetakan yang mirip dengan kue pancong. Setelah matang diolesi saus, berupa lelehan gula merah yang telah dicampur dengan sedikit sagu tani. Dimakan saat hangat. Rasanya....ehmmmm, gurih-gurih manis dan kenyal-kenyal. Justru sedikit kenyal dan kealotannya itu yang me...

Kepincut Sate Padang

Jangan pernah ngenyek sesuatu tanpa alasan mendasar. Bisa jadi kamu malah kepincut dan menjadi ketagihan. Hal itu yang terjadi pada saya saat ini. Dulu saat pertama kali seorang kawan memperkenalkan pada saya makanan Sate Padang. Spontan  saya berkata. "Iiiih...makanan apa ini. Bumbunya begitu amat." " Ini namanya Sate Padang. Cobain dulu. Jangan lihat bentuk bumbunya," kata kawan saya. Dokumen pribadi Saya menggeleng.  Tidak tertarik untuk mencobanya. Sampai  pada suatu hari ketika sedang bepergian lalu merasakan lapar yang sangat, ndilala kok yo gak ada penjual makanan lain yang saya jumpai kecuali pedagang Sate Padang itu. Ya sudah tak ada pilihan. Terpaksa membeli Sate Padang. Pelan-pelan saya nikmati makanan itu. Hmmm, ternyata enak juga. Saya suka. Akhirnya saya mencari tahu cerita tentang sate padang ini. Lalu dapatlah sedikit gambaran tentang Sate Padang. Ternyata Sate Padang itu ada tiga jenis. Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Y...

Rahasia di Balik Penganan Ubi Cilembu

"Dingin-dingin begini enaknya makan apa ya?" tanya kawan saya. "Minum sekoteng," sahut kawan yang lain. "Susah itu sih nyarinya. Tukang sekoteng jarang lewat sekarang." " Lha terus apa? Gorengan? Gue lagi batuk. Stop gorengan dulu," kata kawan saya. "Eh, itu tuh... beli ubi yang di oven aja. Ubi apa deh namanya. Gue lupa!" celetuk kawan saya yang lain. "Ubi cilembu," sahut saya. "Ah, iya itu. Udah beli itu aja deh. Anget-anget, manis, aman juga tuh buat yang lagi batuk," ujar kawan saya yang setuju. Tapi kawan yang tak setuju. Dengan entengnya nyletuk. "Ubi! Gak salah nyemil ubi. Itu kan makanan orang ndeso. Kayak di kampung aja sih loe pada. Yang kerenan dikit ngapa. Beli ropang gitu (roti panggang)." Sebuah celotehan biasa dan tak  menjadi masalah yang berarti. Hal seperti itu sering terjadi dalam kumpulan beberapa orang kawan saat mengisi waktu senggang. Saling beradu pendapat. Da...