Perjalanan dari Tangerang ke Jakarta Utara siang hari dengan mengendarai motor sungguh seperjuangan tersendiri. Namun demi memenuhi undangan yang sudah dikirim jauh-jauh hari, maka saya tetap melaju dan menikmati pemandangan yang dilalui menuju daerah Sunter. Restoran Klapa Manis (dok. Denik) Tiba ditujuan sudah lewat dari waktu yang tertera diundangan, tapi masih tersisa waktu satu jam sebelum acara berakhir. Begitulah bila menghadiri undangan di gedung, ada keterbatasan waktu. Yang penting sudah bertemu si pengundang saya sudah merasa lega, meski tidak kebagian sajian pesta. Jam menunjukkan waktu makan siang, perut sudah mulai menagih jatahnya. Keluar dari gedung resepsi saya perlambat laju motor guna melihat tempat makan yang menarik. Saya pikir jauh-jauh motoran dari Tangerang harus ada penghargaan untuk tubuh ini. Swafoto dulu (dok. Denik) Pelan-p...
Sate maranggi? Pastinya sudah tidak asing terdengar di telinga. Sate khas daerah Purwakarta yang sudah menjadi ikon tersendiri. Sajian tradisional sate maranggi (Dok. Denik) Kalau mendengar nama Purwakarta pasti identik dengan sate maranggi. Ke Purwakarta tanpa kuliner sate maranggi rasanya belum afdol. Jadi apapun kegiatannya di Purwakarta, kuliner sate maranggi jangan sampai terlewatkan. Demikian eratnya kaitan antara keduanya. Namun ada satu hal yang jarang diketahui oleh masyarakat umum. Yakni sajian sate maranggi yang sesungguhnya. Seperti apa sih? Apakah dengan nasi, sambal kecap dan acar? Ataukah sate maranggi, lontong, sambal kecap dan acar? Kedua sajian tersebut yang umumnya kita jumpai selama ini. Ternyata bukan keduanya. Sajian autentik sate maranggi jauh da...