Melihat orang pagi-pagi sarapan dengan secangkir kopi pahit bukan hal baru bagiku. Orang ngopi ditemani sepiring pisang goreng menurutku biasa saja. Atau ditemani sekerat roti, uli bakar, ketan bahkan singkong rebus tak membuatku bergeming. Biasa saja. Kopi dan kacang kulit (dok.denik) Namun bagitu melihat orang sarapannya kopi pahit dan sepiring kacang kulit barulah aku bisa berucap "wow" seraya membelalakkan mata. Ini baru beda sendiri. Agak nyleneh sih kataku. Entah apa yang ada dipikirannya sarapan kok dengan kacang kulit. Sayang aku tidak sempat menanyakan hal tersebut pada orang yang bersangkutan. Sebab orang tersebut adalah bapakku. Bapak yang sudah berpulang sebelum aku puas bertanya. Kopi pahit dan kacang kulit sarapan yang menurutku nyleneh. Tapi itu merupakan sarapan bapak setiap hari yang kusaksian selama bertahun-tahun.Tidak hanya di rumah melainkan dimana s...
Perjalanan dari Tangerang ke Jakarta Utara siang hari dengan mengendarai motor sungguh seperjuangan tersendiri. Namun demi memenuhi undangan yang sudah dikirim jauh-jauh hari, maka saya tetap melaju dan menikmati pemandangan yang dilalui menuju daerah Sunter. Restoran Klapa Manis (dok. Denik) Tiba ditujuan sudah lewat dari waktu yang tertera diundangan, tapi masih tersisa waktu satu jam sebelum acara berakhir. Begitulah bila menghadiri undangan di gedung, ada keterbatasan waktu. Yang penting sudah bertemu si pengundang saya sudah merasa lega, meski tidak kebagian sajian pesta. Jam menunjukkan waktu makan siang, perut sudah mulai menagih jatahnya. Keluar dari gedung resepsi saya perlambat laju motor guna melihat tempat makan yang menarik. Saya pikir jauh-jauh motoran dari Tangerang harus ada penghargaan untuk tubuh ini. Swafoto dulu (dok. Denik) Pelan-p...