Langsung ke konten utama

Kuliner Gultik Blok M yang Sudah Ada Sejak Tahun 1980

Jangan mengaku tongkrongannya di Blok M kalau belum pernah makan gultik. Jangan bilang mainannya ke Blok M kalau enggak tahu apa itu gultik. Belum bisa dibilang khatam ngubek Blok M kalau tidak pernah mencicipi yang namanya gultik.

       Gultik Blok M (dok. Denik) 

Gultik. Gulai tikungan. Kuliner legendaris di kawasan Blok M yang sudah ada sejak tahun 1980. Menunya berupa seporsi gulai dengan nasi. Biasanya ada suguhan sate ati ampela, sate telur dan sate usus serta otak-otak.

Gultik bisa diartikan juga gulai setitik. Mksudnya sedikit. Karena memang menu nasi dan gulainya dalam jumlah kecil. Tujuannya agar pembeli bisa tambah lagi dan lagi.Bagi yang porsi makannya sedikit cocok nih.

Tempat mangkal pedagang gulai tersebut biasanya di tikungan jalan Mahakam. Oleh karenanya disingkat dengan sebutan gultik. Para pedagang tersebut mulai berjualan sore hari sampai dini hari.

Makanya kawasan jalan Mahakam Blok M selalu terlihat ramai. Terutama saat akhir pekan. Semakin malam semakin ramai oleh anak muda yang nongkrong di sana sampai pagi.

Pada dasarnya kawasan Mahakam Blok M sejak dulu sudah ramai. Di sana ada banyak tempat makan untuk anak-anak muda kongkow. Dulunya di kawasan tersebut juga terdapat toko kaset Aquarius yang legendaris.

Ditambah adanya pedagang gultik. Sehingga ada banyak pilihan tempat bagi mereka yang ingin kongkow. Jika ingin suasana tenang dan agak privasi silakan masuk kafe yang ada di sekitar sana.

  Pedagang gultik di sekitar jalan Mahakam      (dok. Denik) 

Jika ingin santai bahkan lesehan di pinggir jalan silakan pilih gultik. Jadi bisa disesuaikan dengan keinginan dan juga isi kantong. Apa pun pilihan tempat makannya kongkow di seputar Blok M memang asik.

Sesekali cobalah kuliner gultik di Blok M.. Kapan lagi merasakan sensasi makan gulai yang sudah dikenal sejak tahun 80-an. Saya sudah merasakan gultik Blok M bareng sahabat lama. Kalian kapan hayo? (Denik)


Note: Tulisan senada tayang juga di Kompasiana.com/denik13





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Bir Pletok Khas Betawi

Pengamatan menimbulkan kreativitas.  Hal inilah yang terjadi pada masyarakat pribumi di Batavia pada masa penjajahan dahulu. Konon ketika para penjajah itu asyik berpesta dengan minum minuman bir, orang pribumi hanya bisa melihat dan mengamati saja dari jauh.  Dokumen pribadi Meskipun ingin tetapi masyarakat pribumi itu tidak lantas tergiur untuk mencicipi. Sebab mereka sangat teguh memegang aturan agama. Bahwa minuman yang memabukkan itu walau pun sedikit tetap saja hukumnya haram. Orang-orang pribumi itu rupanya tidak mau kalah. Mereka pun lantas berpikir untuk menciptakan minuman yang halal dan tak beralkohol. Maka diciptakanlah minuman dari ramuan rempah-rempah, yang fungsinya sama. Yaitu untuk menghangatkan tubuh. Karena beer atau bir memang jenis minuman yang berfungsi sebagai penghangat diri. Bir pletok terbuat dari campuran jahe, daun pandan wangi dan serai yang direbus terciptalah jenis minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Agar lebih menarik dan terlihat gaya, ...

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...