Langsung ke konten utama

Klapa Manis, Tempat Makan Cozy di Utara Jakarta

Perjalanan dari Tangerang ke Jakarta Utara siang hari dengan mengendarai motor sungguh seperjuangan tersendiri. Namun demi memenuhi undangan yang sudah dikirim jauh-jauh hari, maka saya tetap melaju dan menikmati pemandangan yang dilalui menuju daerah Sunter.

           Restoran Klapa Manis (dok. Denik) 

Tiba ditujuan sudah lewat dari waktu yang tertera diundangan, tapi masih tersisa waktu satu jam sebelum acara berakhir. Begitulah bila menghadiri undangan di gedung, ada keterbatasan waktu. Yang penting sudah bertemu si pengundang saya sudah merasa lega, meski tidak kebagian sajian pesta.


Jam menunjukkan waktu makan siang, perut sudah mulai menagih jatahnya. Keluar dari gedung resepsi saya perlambat laju motor guna melihat tempat makan yang menarik. Saya pikir jauh-jauh motoran dari Tangerang harus ada penghargaan untuk tubuh ini.

               Swafoto dulu (dok. Denik) 

Pelan-pelan saya susuri jalanan. Tak lama saya melihat sebuah tempat makan yang rasanya tak asing di telinga. Klapa Manis. Saya pun segera membelokkan motor ke arah sana. Satpam penjaga restoran menyapa dengan ramah sambil menunjukkan tempat parkir motor.

Rasanya adem sekali disambut dengan ramah. Pak satpam juga menunjukkan arah masuk restoran. Saya langsung jatuh suka melihat tanaman yang hijau segar di antara jalan masuk. Di pintu masuk langsung disambut ramah oleh pelayan restoran.

"Silakan. Ingin di ruangan ber-AC atau non AC?"

      Beranda atas dilihat dari dalam ruangan                                 (dok. Denik) 

Tentu saya memilih ruangan ber-AC karena habis berpanas-panas ria di jalan. Pelayan mengantar sampai saya duduk manis baru kemudian menyodorkan daftar menu.

Wah, menu yang tertera menarik semua. Perpaduan masakan tradisional khas Sunda dan menu Barat. Saya suka semua. Namun saya memilih minuman dan camilan yang khas terlebih dulu. Yakni es goyobod, colenak dan bakwan jagung.

            Menu yang saya pilih (dok. Denik) 

Es goyobod minuman khas Sunda yang terasa segar diminum dalam cuaca panas. Colenak jajanan khas Sunda juga yang belum pernah coba. Jadi cukup menarik untuk di cicipi. Sementara bakwan jagung memang camilan kesukaan.

Saya pikir hanya camilan jadi langsung memesan tiga macam. Ternyata porsinya lumayan besar. Jadi sangat kenyang untuk ukuran perut saya. Rasanya tidak sanggup untuk memesan makanan besar. Suatu hari harus ke sini lagi pikir saya.

Selain ingin mencicipi menu lainnya, tempat nya juga cozy banget. Nuansa cokelat dengan kursi dan meja dari kayu membuat suasana terlihat tenang. Ruangan di hiasi dengan pernak-pernik jadul. Rasanya seperti sedang berkunjung ke rumah eyang.

Dekorasi ruangan yang menarik (dok. Denik) 

Kita bisa memilih lantai bawah atau atas untuk tempat makan. Keduanya sama menariknya. Satu hal lagi yang membuat saya memberi nilai plus, toiletnya bersih dan rapi. Untuk tempat salat mesti keluar ruangan. Lebih ke outdoor tapi tetap diberi sentuhan alami.

Menikmati menu dan suasana di restoran inj membuat malas bergerak saking nyamannya. Jika tidak ingat perjalanan saya masih jauh, rasanya ingin nanti-nanti saja pulangnya.

Suatu hari mesti mengulang kuliner di sini. Menikmati suasana Utara Jakarta dari kursi malas di lantai atas cukup menarik untuk dicoba.


Alamat:

Klapa Manis Bandar Kemayoran

Jl. Angsana Blok D5, Pademangan Timur

Jakarta Utara


Note: Tulisan senada tayang juga di www.kompasiana.com/denik13







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Sinom, Minuman Khas Surabaya Kaya Manfaat

Bagi kita yang tinggal di perantauan. Bisa menikmati kuliner khas daerahnya itu sesuatu yang sangat istimewa sekali. Rasanya seperti melepas kangen dengan si dia. Ayem, tentram rosone ati. Eaaaa.... Pokoknya begitulah. Segala upaya dilakukan agar bisa melepas kangen. Begitu juga dengan urusan kuliner. Sebisa mungkin dapat menikmati kuliner khas daerah asal. Sebagai orang Surabaya yang merantau di Jakarta, kemudian menetap di sini. Saya kerap merindukan rujak cingur, tahu campur dan lontong balap. Jenis makanan khas Surabaya yang tidak mudah ditemui. Sehingga butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Awal-awal tinggal di Jakarta sempat bingung mencarinya. Begitu sudah mengetahui tempatnya tinggal meluncur saja ke lokasi. Cukup jauh dari kediaman saya. Tetapi demi "melepas rindu" dengan makanan khas daerah asal, maka jarak bukanlah penghalang. Bukankah demikian juga saat rindu dengan si dia? Itu untuk jenis makanan. Lalu adakah jenis minuman yang juga membuat saya...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...