Langsung ke konten utama

Warung Tekko Restonya Pencinta Masakan Nusantara

Capek keliling mall enaknya nyari makan. Tapi tempat makan di mall itu kebanyakan resto cepat saji. Jadi agak ilfil. Bukannya anti makanan cepat saji sih. Cuma bosan saja. Pilihan menunya tidak bervariasi.

Warung Tekko De Entrance Arkadia

Saya bukannya pilih-pilih makanan. Tetapi lebih  suka dengan sesuatu yang beda. Misalnya masakan tradisional. Ini kan menu yang jarang ditemukan jika pergi ke mall. Dan biasanya banyak variasi menu yang bisa dipilih.

Warung Tekko De Entrance Arkadia

Syukurnya ada resto yang bisa menjawab keinginan saya. Yaitu Warung Tekko. Restoran yang menghadirkan cita rasa asli Indonesia. Kini tidak perlu bingung kalau ingin mencari tempat makan. Warung Tekko pilihan utama. Ada 45 gerai Warung Tekko yang tersebar di Jabodetabek.

Pilihan menu di Warung Tekko

Memang apa istimewanya Warung Tekko? Sebagai restoran yang menyajikan cita rasa asli Indonesia, tentu saja menu yang tersaji berbagai masakan Indonesia. Seperti aneka jenis nasi bakar, konro bakar saus madu, iga penyet, tumis genjer dan lain-lain.

Tumis genjer

Untuk minumannya ada cendol, dawet, jus kedondong dan lain-lain. Kopi dan teh sudah pasti. Aneka es krim pun tersedia di sini. Cemilan untuk teman ngopi dan ngeteh juga sangat tradisional. Pisang goreng dan tahu gejrot salah satunya.

Kopi & pisang goreng by Warung Tekko

Menarik bukan? Tak hanya menunya, design interior Warung Tekko juga menarik. Dibuat natural dan artistik. Jika sudah berada di sini rasanya mager alias malas gerak. Karena merasa nyaman dan homy sekali.

Warung Tekko tempat yang asyik untuk kumpul-kumpul dengan keluarga dan juga teman-teman. Selain itu asyik juga untuk tempat diskusi atau membuat janji dengan rekan kerja. Hal itu yang saya rasakan ketika berada di Warung Tekko De Entrance Arkadia. Kawasan perkantoran dibilangan selatan Jakarta.

Foto barengan teman

Saat hang out bareng teman-teman blogger, di sana sudah lebih dulu hadir pengunjung yang sepertinya sedang rapat untuk suatu pekerjaan. Dalam benak ini terpikir, "asyik juga ya kalau membahas pekerjaan di tempat seperti ini."


Meeting

Dan memang benar. Karena jadi tidak kaku dan tegang. Lebih rileks dan nyaman. Rasanya kalau bekerja dengan suasana seperti ini bisa memunculkan ide-ide baru.

"Ayo Pak Bos kalau rapat di sini saja... hehehehe."


Sidik Kadarsyah, Manager Marketing Warung Tekko

Eh, teman-teman harus nyobain juga nih hang out di Warung Tekko. Saat Sidik Kadarsyah Manager Marketing Warung Tekko merekomendasikan jus kedondong di sini yang rasanya endes. Awalnya saya pikir ini hanya semacam promosi sebagai bagian dari pekerjaannya. Ternyata begitu mencicipi jus kedondong, saya jadi ketagihan. Karena memang endes alias enak sekali.

Aneka macam nasi bakar

Menu andalan lain yang endes adalah konro bakar saus madu dan tumis genjer. Waduh, semakin mager kalau begini. Belum lagi es krim goreng mochinya. Sebagai pencinta es krim, ini tuh membuat saya betah berlama-lama di Warung Tekko.

Menu es krim

Bagi yang ingin ngopi-ngopi syantik, ada loh paket ngopi yang murah meriah. Sudah harganya terjangkau, dapat cemilan gratis pula. Warung Tekko tuh benar-benar memanjakan pelanggan dari mulai buka sampai tutup. Kalau sudah begini gagal deh niat untuk dietnya. Lha, menarik dan menggoda hati semua menunya. Tak percaya? Cobain kuy. (EP)


#Day27
#ODOP
#Kuliner
#EsyrilookCommunity





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Sinom, Minuman Khas Surabaya Kaya Manfaat

Bagi kita yang tinggal di perantauan. Bisa menikmati kuliner khas daerahnya itu sesuatu yang sangat istimewa sekali. Rasanya seperti melepas kangen dengan si dia. Ayem, tentram rosone ati. Eaaaa.... Pokoknya begitulah. Segala upaya dilakukan agar bisa melepas kangen. Begitu juga dengan urusan kuliner. Sebisa mungkin dapat menikmati kuliner khas daerah asal. Sebagai orang Surabaya yang merantau di Jakarta, kemudian menetap di sini. Saya kerap merindukan rujak cingur, tahu campur dan lontong balap. Jenis makanan khas Surabaya yang tidak mudah ditemui. Sehingga butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Awal-awal tinggal di Jakarta sempat bingung mencarinya. Begitu sudah mengetahui tempatnya tinggal meluncur saja ke lokasi. Cukup jauh dari kediaman saya. Tetapi demi "melepas rindu" dengan makanan khas daerah asal, maka jarak bukanlah penghalang. Bukankah demikian juga saat rindu dengan si dia? Itu untuk jenis makanan. Lalu adakah jenis minuman yang juga membuat saya...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...