Langsung ke konten utama

Kue Ku Jajanan Supaya Panjang Umur

Kue Ku. Jajanan tradisional yang kerap melengkapi sajian jajanan pasar ini ternyata aslinya dari Tiongkok. Saya baru mengetahuinya. Saya pikir ini jajanan tradisional asli Indonesia. Seperti jajanan pasar lainnya.

Bagi saya tak masalah darimana pun asalnya. Selama enak dan halal, tentu menjadi incaran saya. Dan kue ku ini memang salah satu jajanan pasar yang saya suka. 


Kue berbahan dasar tepung ketan dan diberi isi kacang hijau ini, nama aslinya Ang Ku Kueh. Artinya kura-kura merah. Oleh karena itu kue ku yang banyak dijumpai warnanya merah dan bentuknya seperti kura-kura.

Masyarakat Tiongkok percaya, jika memakan kue ku akan panjang umur. Jadilah kue ku ini semacam kudapan wajib bagi masyarakat Tiongkok dimana pun berada.

Dalam perkembangannya bentuk kue ku dimodifikasi dalam aneka cetakan dan warna. Seperti bentuk buah-buahan yang beraneka warna. Untuk isi tetap dipertahankan. Yakni kacang hijau kupas yang dilembutkan seperti halnya isi dari kue onde-onde.
Untuk penyajian, biasanya dialasi dengan daun pisang yang diolesi sedikit minyak. Gunanya agar kue ku tidak lengket. Karena memang bahan dasar untuk kulit kue ku adalah tepung ketan yang dicampur dengan kentang atau ubi.

Sudah pernahkah Anda mencoba? Jika belum, wajib mencobanya. Karena kue ku merupakan jajanan pasar yang menarik untuk dinikmati. (Denik)



#jajananpasar
#jajanantradisional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Sejarah Bir Pletok Khas Betawi

Pengamatan menimbulkan kreativitas.  Hal inilah yang terjadi pada masyarakat pribumi di Batavia pada masa penjajahan dahulu. Konon ketika para penjajah itu asyik berpesta dengan minum minuman bir, orang pribumi hanya bisa melihat dan mengamati saja dari jauh.  Dokumen pribadi Meskipun ingin tetapi masyarakat pribumi itu tidak lantas tergiur untuk mencicipi. Sebab mereka sangat teguh memegang aturan agama. Bahwa minuman yang memabukkan itu walau pun sedikit tetap saja hukumnya haram. Orang-orang pribumi itu rupanya tidak mau kalah. Mereka pun lantas berpikir untuk menciptakan minuman yang halal dan tak beralkohol. Maka diciptakanlah minuman dari ramuan rempah-rempah, yang fungsinya sama. Yaitu untuk menghangatkan tubuh. Karena beer atau bir memang jenis minuman yang berfungsi sebagai penghangat diri. Bir pletok terbuat dari campuran jahe, daun pandan wangi dan serai yang direbus terciptalah jenis minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Agar lebih menarik dan terlihat gaya, ...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...