Langsung ke konten utama

Kue Ape, Serabinya Betawi

Kue Ape. Jajanan tradisional asal Betawi ini kerap disebut juga kue tetek. Kue berbahan dasar tepung beras dan terigu ini masih sangat digemari oleh anak-anak, tua, muda dan dewasa. Karena sudah cukup jarang ditemui terkadang harus mengantre terlebih dulu untuk bisa menikmati kue ini.

Kue ape bisa disebut juga sebagai kue serabinya Betawi. Karena bentuknya hampir sama dengan kue serabi Notosuman asal Solo. Harga satu buahnya tergantung di mana kue ini dijual. Jika sudah masuk ke dalam mall tentu berbeda harganya dibanding dengan saat kita membelinya di kaki lima. 


Harga 1000 di kaki lima. Bisa berkali-kali lipat jika sudah masuk ke dalam mall. Karena di dalam mall ada perhitungan untuk pajak, bayar pegawainya dan juga untuk biaya listrik dan lain-lain. Wajar jika harganya berbeda.



Untuk rasa tidak terlalu berbeda. Sebab bahan dan cara membuatnya sama. Di cetak dalam wajan kecil dengan api sedang. Diangkat jika sudah agak mengering pinggirannya.




Untuk variasi, bisa ditaburi dengan mesis pada bagian atasnya. Jika tidak suka, biarkan dengan rasa original saja. Umumnya rasa pandan. Sesuai dengan warna yang digunakannya. Tertarik? Atau bahkan sudah mencobanya sendiri.

Jika belum pernah dan ingin tahu seperti apa pembuatannya. Perhatikan saja pedagang kaki lima yang menjajakan kue ape ini. Mereka lebih suka membuat dadakan kenimbang menyetok banyak di stockis tapi tak ada yg beli. Karena kue ape dimakan hangat lebih nikmat.(Denik)

Komentar

  1. Jadi tertarik pengen coba,mba.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di sana ada enggak Mba? Hihihi..mungkin beda nama.

      Hapus
  2. Suka banget makanan kayak gini 😀😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi...iya, enak. Tapi 10 buah rasanya kurang karena tipis.. Hehehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Bir Pletok Khas Betawi

Pengamatan menimbulkan kreativitas.  Hal inilah yang terjadi pada masyarakat pribumi di Batavia pada masa penjajahan dahulu. Konon ketika para penjajah itu asyik berpesta dengan minum minuman bir, orang pribumi hanya bisa melihat dan mengamati saja dari jauh.  Dokumen pribadi Meskipun ingin tetapi masyarakat pribumi itu tidak lantas tergiur untuk mencicipi. Sebab mereka sangat teguh memegang aturan agama. Bahwa minuman yang memabukkan itu walau pun sedikit tetap saja hukumnya haram. Orang-orang pribumi itu rupanya tidak mau kalah. Mereka pun lantas berpikir untuk menciptakan minuman yang halal dan tak beralkohol. Maka diciptakanlah minuman dari ramuan rempah-rempah, yang fungsinya sama. Yaitu untuk menghangatkan tubuh. Karena beer atau bir memang jenis minuman yang berfungsi sebagai penghangat diri. Bir pletok terbuat dari campuran jahe, daun pandan wangi dan serai yang direbus terciptalah jenis minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Agar lebih menarik dan terlihat gaya, ...

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Sensasi Teh Daun Kelor

Daun kelor. Mendengar namanya pasti yang terlintas dipikiran adalah sesuatu yang berbau magic alias sihir alias ilmu hitam. Ya, di kalangan masyarakat awam daun kelor memang diyakini bisa digunakan untuk menangkal ilmu hitam semacam pelet dan guna-guna. Atau sebagai pengusir roh jahat yang kerap menempel pada anak kecil. Yaitu dengan cara mengoprek-oprek tubuh si korban dengan daun kelor. Tentu saja sambil dibacakan mantra-mantra penangkalnya. Konon begitulah cerita turun-temurun yang biasa kita dengar di kalangan masyarakat terkait khasiat daun kelor. Ada pun benar atau tidaknya cerita tersebut tergantung keyakinan masing-masing saja. Namun bukan hal tersebut yang akan saya bahas. Melainkan khasiat daun kelor yang lainnya. Yaitu daun kelor sebagai minuman atau yang lebih dikenal dengan nama Teh Daun Kelor. Dokpri Memangnya ada Teh Daun Kelor? Macam mana rasanya? Hohoho...ada dong. Namanya ya Teh Daun Kelor. Rasanya? Sama enaknya dengan teh-teh lain. Hanya berb...