Langsung ke konten utama

Kue Sus yang Menggoda Hati

Wow, kue susnya menggoda hati ya? Siapa yang tidak kepincut. Apalagi bagi yang senang kuliner seru seperti saya. Kue sus ini masuk dalam daftar pilihan. Apalagi tidak termasuk gorengan. Serbu.



Saya penyuka kue sus. Maka ketika bertemu dengan kue sus dengan tampilan cantik seperti ini, hmmmm....tak kuat hati ini untuk tidak mencomotnya. Dan ini menjadi salah satu jajanan seru yang wajib diburu. 

Kue sus memang bukan asli penganan Indonesia. Di Belanda sebutannya sore. Kalau di Perancis sebutannya choux a' la creme. Kue yang bentuk umumnya bundar berongga. Rongganya ini berisi vla. Tetapi kini kue sus tidak melulu bundar. Ada yang lonjong, pipih dan ada yang dibentuk-bentuk seperti angsa. Vlanya pun bervariasi. Ada yang dihiasi buah-buahan atau diberi toping cokelat. 

Apapun bentuknya, intinya kue sus itu hasil olahan tepung terigu yang dicampur mentega dan telur lalu dikocok sampai halus. Kemudian di oven dengan suhu tinggi. Nah, suhu panas ini yang membuat kue sus mengembang dan berongga. 

Mudahkan cara membuatnya? Yang terpenting, bukan gorengan. Jadi cukup aman bagi yang tidak menyukai gorengan seperti saya. 

Larindah, 12 Juni 2017

#jajananseru
#NulisRandom2017
#Harike-12




Komentar

  1. Salah satu kue favorit aku nih, mbak Denik. Paling suka sus buah. Seger-seger manis rasanya hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Sinom, Minuman Khas Surabaya Kaya Manfaat

Bagi kita yang tinggal di perantauan. Bisa menikmati kuliner khas daerahnya itu sesuatu yang sangat istimewa sekali. Rasanya seperti melepas kangen dengan si dia. Ayem, tentram rosone ati. Eaaaa.... Pokoknya begitulah. Segala upaya dilakukan agar bisa melepas kangen. Begitu juga dengan urusan kuliner. Sebisa mungkin dapat menikmati kuliner khas daerah asal. Sebagai orang Surabaya yang merantau di Jakarta, kemudian menetap di sini. Saya kerap merindukan rujak cingur, tahu campur dan lontong balap. Jenis makanan khas Surabaya yang tidak mudah ditemui. Sehingga butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Awal-awal tinggal di Jakarta sempat bingung mencarinya. Begitu sudah mengetahui tempatnya tinggal meluncur saja ke lokasi. Cukup jauh dari kediaman saya. Tetapi demi "melepas rindu" dengan makanan khas daerah asal, maka jarak bukanlah penghalang. Bukankah demikian juga saat rindu dengan si dia? Itu untuk jenis makanan. Lalu adakah jenis minuman yang juga membuat saya...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...