Langsung ke konten utama

Postingan

Menikmati Kesegaran Cincau Hijau

Banyak jenis minuman segar yang ditawarkan jika kita sedang jalan-jalan. Diantaranya cendol atau dawet, jus, es campur, cincau dan lain-lain. Pilihan saya kali ini jatuh pada es cincau hijau. Karena sudah jarang menemui penjual es cincau hijau ini.  Dokumen pribadi Yah, es cincau hijau. Dalam dialek pinyin disebut Xiancao. Orang Tionghoa di Asia Tenggara menyebutnya cincau. Tak lain nama tumbuhan itu sendiri. Tumbuhan merambat dengan warna hijau pucat dan ada rambut di atas permukaannya.  Sejak kecil saya sudah menyukai es cincau hijau ini. Kata ibu saya bisa meredakan panas dalam. Dan ternyata memang banyak sekali manfaat dari cincau hijau ini. Di antaranya :  - Bisa sebagai obat malaria - Mengatasi radang lambung - Mengatasi darah tinggi - Mengobati keracunan akibat makanan laut - Mengatasi demam  Cincau hijau (dokpri) Tentu saja cincau yang masih asli. Bukan dicampur dengan sirup atau pemanis lain. Dan untuk membuat cincau asli itu ternyata sangat mudah. Ka...

Nasi Megono Khas Pekalongan

Salah satu hal yang menarik perhatian saya ketika sedang perjalanan ke luar kota adalah mencicipi makanan khasnya. Baik berupa camilan atau makanan pokok. Saat menginjakkan kaki di daerah Pekalongan, mata ini langsung tertuju pada sebuah spanduk bertuliskan nasi megono khas Pekalongan. Wow, saya pun jadi penasaran. Seperti apa nasi megono itu? Langsung saja saya menuju tempat makan bertuliskan nasi megono tersebut. Dengan penuh keyakinan saya pun memesan satu porsi.  “Bu, nasi megononya satu ya? Dibungkus.” Saya perhatikan si ibu penjual membungkus satu porsi nasi. Lalu memasukkan sayuran yang ternyata berupa urap nangka muda dengan campuran kelapa muda juga. “Lauknya apa saja Mba?” tanya ibu penjual nasi. Saya perhatikan ada telur balado, tempe goreng, tempe tepung dan lain-lain. Saya pun hanya memilih tempe goreng tepung. Karena lauk lainnya tidak terlalu menarik. Sudah biasa ditemui.  “Lauknya tempe goreng saja Bu,” kata saya. Setelah itu saya segera menuju rumah unt...

Soup Cream

Sup cream adalah salah satu jenis makanan yang saya suka. Dan ini menjadi makanan penyelamat saya ketika suatu hari saya melakukan perjalanan ke Bukittinggi, Sumatera Barat. Dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta menuju bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat. Kondisi badan saya waktu itu sempat merasa tak enak. Akibat 2 jam dihantam AC pesawat. Saya yang sehari-hari kerap menghindari penggunaan AC, saat itu mau tidak mau mesti merasakan AC selama hampir 2 jam nonstop. Akibatnya badan ini terasa tak enak. Sempat merasa khawatir juga kalau benar-benar drop. Karena perjalanan yang akan saya tempuh baru dimulai dan akan melalui perjalanan yang panjang dan cukup lama. Untuk mengatasi hal tersebut, saya pun segera mencari yang hangat-hangat. Teh manis tujuan saya. Tetapi karena tiba di bandara sudah sore, jadi tempat makan yang biasa sudah tutup. Hanya tersedia tempat maka siap saji. Sup krim (dokpri) Akhirnya dengan terpaksa saya masuk rumah makan siap s...

Es Potong atau Es Goyang

Saat berkunjung ke daerah Glodok, banyak kuliner yang bisa dilihat dan dicoba. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah es potong.  Pedagang es ini termasuk sudah jarang ditemui. Walaupun masih ada pedagangnya dibeberapa tempat. Tetapi melihatnya berada disekitar Glodok menjadi tampak berbeda. Terlihat menarik dan jadul sekali.  Tetapi es potong atau es goyang ini memang termasuk jenis jajanan jadul kok. Karena memang saat saya kecil, puluhan tahun yang lalu jenis es ini yang dijumpai di sekolah. Saya salah satu langganan es potong rasa kacang hijau.  Sejak dulu cara pembuatannya dan juga jenis rasanya tetap sama. Rasa kacang hijau dan ketan hitam. Es potong ini menurut si penjualnya dibuat dengan cara di goyang-goyang. Karenanya ada yang menyebut es ini dengan sebutan es goyang.  Bahan bakunya terdiri atas kacang hijau atau ketan hitam yang sudah matang. Dicampur dengan air santan yang terdiri atas gula dan garam. Lalu dimasukkan ke dalam cetakan dan di goy...

Jamu Kesukaanku

Jamu adalah obat tradisional atau dengan kata lain herbal. Dalam dunia medis terkadang pemakaian jamu tidak dianjurkan karena memiliki efek begini dan begitu. Tetapi ada sebagian orang yang masih sangat mempercayai khasiat dan manfaat jamu. Termasuk saya.  Ya, saya penyuka jamu sejak kecil. Karena kebiasaan dalam keluarga yang mengharuskan anak perempuan minum jamu. Untuk kesehatan dan kesegaran tubuh. Dari yang rasanya manis sampai pahit saya suka semua. Karena masing-masing memiliki khasiat.  Jamu itu ada dua jenis. Ada yang hasil home industri seperti jamu gendong. Ada yang buatan pabrik seperti jamu bubuk dengan merk tertentu itu. Semua memiliki khasiat yang sama. Tinggal selera masing-masing saja.  Saya lebih suka jamu godokan. Tapi tidak menutup rasa untuk jamu buatan pabrik juga. Jamu itu dibuat dari bahan-bahan alami yang ada di alam. Makanya rasanya pahit. Untuk penawar rasa pahit biasanya saat minum jamu diberi tambahan madu sebagai pemanis. Untuk menghan...

Jangan Menawar!

Tawar menawar harga pas tancap gas! Hohoho...itu sih lirik lagunya Bang Iwan Fals. Saya akan bercerita tentang tawar menawar. Tapi bukan yang lirik lagu itu.  Ceritanya seperti ini. Dalam hidup ini tawar menawar itu suatu hal biasa. Terutama para perempuan yang berurusan dengan belanja dan jajan anak. Saya pun demikian. Meski jarang tawar menawar. Bukannya sok banyak uang. Tetapi tidak bisa menawar dan tidak tegaan. Jadi jika membeli sesuatu lebih suka yang sudah ada harganya.  Kembali ke cerita saya. Jadi suatu hari saya membeli rujak keliling. Tahukan yang abangnya mendorong gerobak isi buah-buahan itu. Karena saya beli lumayan banyak. Jadi sambil menunggu saya ngobrollah dengan si abang penjual rujak itu. Dari obrolan itu, tahulah saya kalau pedagang seperti mereka ini memiliki bos.  Jadi mereka itu ditampung dalam satu rumah. Diberi makan seperti biasa. Nah, si bos ini yang memodali mereka. Nanti mereka tinggal keliling menjual buah tersebut dengan mengambil un...

Nyabu Yuk!

Awalnya saya tidak tahu apa itu nyabu. Begitu sudah tahu, jadi ketagihan deh. Karena memang nyabu itu enak kok! Adik saya yang pertama kali mengenalkan istilah ini pada saya.  Hayoooo...jangan berpikir yang tidak-tidak ya? Nyabu yang saya maksud bukan seperti dugaan orang. Awalnya saya juga berpikiran sama. Nyabu itu ya yang bisa bikin kita fly itu. Ternyata bukan. Nyabu yang saya maksud adalah nyarap bubur!  Dokumen pribadi Disingkatnya nyabu toh! Dan ternyata hampir setiap pagi orang pada nyabu. Termasuk saya yang jadi kecanduan. Saya pun terkadang berpindah-pindah nyabunya. Demi menemukan rasa yang pas dilidah. Terkadang kan ada yang buburnya itu agak encer. Sekali aduk sudah seperti air. Nah, saya suka yang agak kental dan tanpa kecap tanpa kaldu. Polosan saja. Hanya berisi irisan ayam, bawang goreng, daun bawang dan cakhwe. Kalau kamu suka nyabu jugakah? Nyabu model apa yang kamu suka?  #onedayonepost #februari2017 #harike-23 #nyabu