Langsung ke konten utama

Postingan

Rujak Bebek yang Unik

Rujak Be’be’k (bukan lafaz bebek pada binatang) merupakan jenis penganan yang terdiri dari aneka jenis buah-buahan, ditumbuk menjadi satu beserta dengan bumbunya. Jenis buah yang dipakai biasanya buah nanas, kedondong, bengkuang, mangga, ubi merah dan pisang batu. Dokumen pribadi Mengenai asal-usul dan siapa yang mengenalkan jenis rujak jenis ini tidak diketahui secara pasti. Namun kata Be’be’k sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti tumbuk. Jadi rujak Be’be’k artinya rujak yang ditumbuk. Di daerah Jawa Barat dan Jakarta pedagang rujak ini masih bisa dijumpai. Namun jumlah pedagang rujak ini tidak banyak. Sehingga rujak Be’be’k termasuk jenis jajanan yang langka atau jarang ditemui. Terutama bagi perempuan yang sedang mengidam. Butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Dokumen pribadi Bukan berarti tidak ada. Ada. Hanya agak jarang pedagang rujak ini untuk ditemui sewaktu-waktu. Di tempat-tempat tertentu masih ada yang mangkal berjualan rujak Be’be’k. Maka jika ingin rujak ini tet...

Ada Apa Dengan Roti Buaya

Pernahkah Anda menyaksikan upacara pernikahan adat Betawi? Jika iya, pernah. Tentu sudah tak asing lagi begitu mendengar nama roti buaya. Ya, roti buaya. Salah satu hantaran yang dibawa oleh pihak mempelai pria sebagai seserahan. Roti buaya (dokpri) Lalu kenapa harus ada roti buaya? Bukan jenis roti yang lain. Bukankah kata buaya memiliki makna negatif. Konon, dahulu itu pemilihan roti buaya berdasarkan sifat yang ada pada buaya. Masyarakat Betawi percaya kalau buaya itu hanya kawin sekali. Meskipun pada kenyataannya. Masyarakat umum mengenal sebagian orang Betawi kebalikan dari sifat itu. Selain itu karakter yang ada pada buaya dianggap mewakili sifat mempelai laki-laki. Yaitu tentang karakter buaya yang sabar menunggu buruannya untuk dimangsa. Sifat itulah yang dilambangkan bagi mempelai laki-laki dalam meminang gadis pilihannya. Pedagang roti buaya (dokpri) Ukuran roti buaya yang dibawa dalam upacara adat pernikahan Betawi biasanya sekitar 50 cm. Roti buaya rasanya manis dan tidak ...

Lepet Si Gurih nan Legit

Pernah makan lepet? Kangen ingin merasakan penganan yang satu ini? Rasanya sudah jarang ditemui. Sayang ya? Padahal ini salah satu makanan tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa. Lepet (dokumen pribadi) Eh, atau malah belum tahu yang mana lepet itu? Wah, bagaimana mau kangen dengan penganan satu ini. Kalau bentuknya saja tidak tahu. Lepet itu jenis penganan tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa. Dibuat dari campuran ketan, kelapa dan kacang merah atau kacang Tolo. Dibungkus menggunakan janur kelapa dan diikat menggunakan tali rapiah atau tali dari janur itu sendiri. Lalu direbus selama kurang lebih 4 jam.  Penganan yang rasanya gurih ini rupanya sudah mulai sulit dijumpai. Hanya dalam keramaian tertentu seperti saat ada pasar malam, layar tancap atau ada panggung hiburan lain, penganan ini bisa dengan mudah ditemui. Biasanya bersanding dengan singkong rebus dan kacang rebus.  Jenis cemilan yang cukup menyehatkan. Sayang sudah jarang yang melirik. Jadi kalau ing...

Timun Suri, Buah Specialis Ramadhan yang Kaya Manfaat

Saat bulan Ramadhan tiba, banyak sekali hal-hal yang menjadi ciri khas datangnya bulan suci tersebut. Mulai dari pedagang pakaian sampai pedagang makanan.  Untuk pedagang pakaian bisa dilihat dengan maraknya penjual baju Koko serta gamis di sebagian besar pasar dan juga mal-mal.  Sementaraa dari sisi makanan, para pedagang dadakan menghiasi sudut-sudut perkampungan dan juga di sekitar kompleks perumahan. Yang sebagian besar berjualan takjil untuk berbuka puasa. Namun ada satu hal yang paling menarik dan menonjol di bulan Ramadhan ini. Yakni adanya pedagang timun suri. Buah sejenis labu berwarna kuning keemasan. Dengan serat daging yang lembut dan memiliki biji seperti biji buah melon. Timun suri (dokpri) Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya,  tentu sudah tidak asing dengan buah yang satu ini. Tetapi bagi masyarakat di daerah lain bisa jadi tak mengenal buah ini. Karena penyebaran timun suri memang tidak merata. Kecuali di daerah Jawa Barat. Ya, daerah Jawa Barat...

Berburu Rujak Cingur di Jakarta

Bagi penggemar rujak tentu sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Yakni rujak cingur. Namun tidak semua penggemar rujak menyukai jenis rujak satu ini. Karena tampilan rujaknya memang berbeda dibandingkan jenis rujak pada umumnya. Dokumen pribadi Rujak cingur warnanya hitam. Pengaruh dari bumbu petis yang digunakan. Tetapi justru hal inilah yang membuatnya berbeda. Ditambah dengan irisan cingur yang dicampur dalam rujak. Bagi saya inilah yang menjadi daya tarik rujak cingur. Namun tidak semua orang menyukai rujak ini. Sekali pun ia berasal dari Jawa Timur. Rujak cingur memang merupakan salah satu makanan khas Jawa Timur. Utamanya wilayah Surabaya dan sekitarnya. Jadi bagi Anda yang berasal dari Jawa Timur tentu mengenal penganan ini. Boleh jadi merindukan penganan ini jika kini sudah berdomisili di luar Jawa Timur. Inilah yang saya alami ketika suatu hari ingin sekali makan rujak cingur. Tidak mudah menemukan penjual rujak cingur di Jakarta dan sekitarnya. Bukan berarti tak...

Kue Dongkal Nan Legit

Cuaca dingin selepas hujan paling enak minum yang hangat-hangat ditemani sepiring camilan. Umumnya pisang goreng, singkong rebus atau roti bakar. Namun pilihan saya kali ini jatuh pada kue dongkal. Dokumen pribadi Entah kenapa lidah ini tiba-tiba kepengin nyamil kue dongkal. Seperti orang ngidam saja. Maka saya pun segera hunting kue ini. Ternyata oh ternyata  tidak mudah menemukan penjual kue dongkal. Meski akhirnya mendapatkannya juga. Itu pun setelah bertanya ke sana kemari. Rasanya bukan main girang hati ini. Seolah menemukan sesuatu yang hilang. Maka saya pun menikmati kue ini dengan penuh penghayatan. Kelembutan dan kelegitan kue ini rasanya sampai ke hati (ini sih bisa-bisanya saya). Eh, memang benar kok. Harus dinikmati dengan hati. Karena kue dongkal termasuk jajanan tradisional Indonesia yang mulai langka loh! Maka beruntunglah bagi yang masih bisa menjumpai dan menikmati kue ini.  Kue tradisional ini sebenarnya ada di beberapa daerah di Indonesia. Di Betawi (Ja...

Sagon Awur dan Geplak Penganan Khas Betawi Saat Lebaran

Yeaaah, lebaran. Wah, senangnya hati ini. Karena lebaran merupakan hari kemenangan  yang sangat dinanti-nanti oleh umat Islam. Setelah satu bulan penuh berpuasa. Keriweuhan dan kesibukan menjelang hari kemenangan itu terasa di mana-mana. Berbagai cara dilakukan untuk memaknai lebaran. Geplak (dokpri) Anak-anak heboh dengan baju barunya. Para Bapak juga tak kalah heboh dengan segala rencana. Mulai dari rencana pulang kampung atau mudik, mengecat rumah agar tampak bersih dan rapih, juga rencana silaturrohim ke rumah atasan serta rekan-rekan. Yang kesemuanya terkadang terbentur waktu yang hanya sedikit alias mepet . Para ibu lebih riweuh lagi. Mulai dari mengatur uang THR, merencanakan menu lebaran berikut kue-kuenya, mengatur dekorasi rumah agar terlihat indah, sampai merencanakan buah tangan apa yang akan dibawa saat bersilaturrohim ke sanak keluarga. Saya, memiliki keriweuhan tambahan, yaitu menyuguhkan sesuatu yang berbeda dan memberi kesan bagi tamu yang datang. Sela...