Langsung ke konten utama

Serabi Tradisional Jajanan yang Tetap di Suka

Serabi, surabi, surobi dan entah apalagi sebutannya, tapi penganan satu ini merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia. Jajanan yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan ini sangat enak dinikmati pagi hari atau malam hari. Terutama saat cuaca dingin.

Serabi tradisional membuatnya dengan cara dibakar dalam tungku dari tanah liat. Setelah matang disajikan dengan kuah gula merah yang telah dicampur santan. Atau disebut juga kinca. Cara memakannya bisa dengan langsung menuangkan kinca di atas serabi atau dengan cara mencelupkan serabi sedikit demi sedikit ke dalam kinca. 


Serabi seperti ini memiliki bau dan rasa yang khas.  Sebagianorang ada yang menyebut serabi sebagai pancakenya Indonesia. Hanya berbeda bahan dasar saja. Jika serabi berbahan dasar tepung beras, pancake bahan dasarnya adalah tepung terigu. Tekstur kue yang dihasilkan hampir sama. 

Seiring berjalannya waktu,  serabi pun mengikuti perkembangan jaman. Kini serabi bisa dinikmati dalam aneka pilihan rasa. Ada rasa keju, rasa cokelat, rasa stroberi dan juga rasa oncom. Semua tergantung selera. Bebas saja dan tak perlu dipermasalahkan soal rasanya. Yang tidak suka serabi pun juga ada.


Tetapi sebagai salah satu jajanan khas Indonesia, setidaknya perlu mengenalkan penganan ini kepada anak cucu. Agar penganan ini tetap lestari, tidak hilang tergerus jajanan dari luar negeri. Miris rasanya bila kelak serabi hanya bisa dilihat melalui bacaan tanpa bisa menemukan jajanan ini lagi. 


Jadi bila bepergian ke daerah Solo, cobalah untuk menikmati Serabi Notosuman yang terkenal itu. Atau saat bepergian ke daerah Bandung, cicipilah Surabi Bandung yang memiliki aneka pilihan rasa itu. Rasanya....ehmmm, sampai ke hati loh!


#HariKedua
#OneDAyOnePost
#JajananTradisional






Komentar

  1. Pagi2 bikin perut laper hehe . Mauuuuuuuuu

    BalasHapus
  2. tiba2 inget sarapan..
    mba denik.. request tutorial masakan doooong ^_^
    hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masakan opo? Wong saya gak jago masak. Jagonya jajan...hehehe

      Hapus
  3. Mbak denik harus tanggung jawab.. aku belum sarapan..#loh??:D

    Aku setuju usulnya mbak vera, sekalian aja mbak tutorial masaknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suraabi haneut kalau di Bandung mah hehe

      Hapus
    2. Tenang...saya orang yang bertanggung jawab kok...hehe...mainlah ke sini nanti ta jajanin...hehe

      Hapus
  4. Mbk Denik, bikin laper. Jdi kpengen beli serabi kan aku. Dikotaku, Pati juga ada jajanan serabi tapi namanya serabi Solo mungkin karena serabi terkenalnya dari sana ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serabi Solo menurutku yang enak ya notosuman itu. Tapi mungkin ada yang lain?

      Hapus
  5. Mbk Denik, bikin laper. Jdi kpengen beli serabi kan aku. Dikotaku, Pati juga ada jajanan serabi tapi namanya serabi Solo mungkin karena serabi terkenalnya dari sana ya.

    BalasHapus
  6. Jd pengen surabi..pas hamil anak ke-3 hunting surabi yg enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo Mba Lisa biar babynya gak ngiler...hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...

Sinom, Minuman Khas Surabaya Kaya Manfaat

Bagi kita yang tinggal di perantauan. Bisa menikmati kuliner khas daerahnya itu sesuatu yang sangat istimewa sekali. Rasanya seperti melepas kangen dengan si dia. Ayem, tentram rosone ati. Eaaaa.... Pokoknya begitulah. Segala upaya dilakukan agar bisa melepas kangen. Begitu juga dengan urusan kuliner. Sebisa mungkin dapat menikmati kuliner khas daerah asal. Sebagai orang Surabaya yang merantau di Jakarta, kemudian menetap di sini. Saya kerap merindukan rujak cingur, tahu campur dan lontong balap. Jenis makanan khas Surabaya yang tidak mudah ditemui. Sehingga butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Awal-awal tinggal di Jakarta sempat bingung mencarinya. Begitu sudah mengetahui tempatnya tinggal meluncur saja ke lokasi. Cukup jauh dari kediaman saya. Tetapi demi "melepas rindu" dengan makanan khas daerah asal, maka jarak bukanlah penghalang. Bukankah demikian juga saat rindu dengan si dia? Itu untuk jenis makanan. Lalu adakah jenis minuman yang juga membuat saya...