Langsung ke konten utama

Postingan

Lepet Si Gurih nan Legit

Pernah makan lepet? Kangen ingin merasakan penganan yang satu ini? Rasanya sudah jarang ditemui. Sayang ya? Padahal ini salah satu makanan tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa. Lepet (dokumen pribadi) Eh, atau malah belum tahu yang mana lepet itu? Wah, bagaimana mau kangen dengan penganan satu ini. Kalau bentuknya saja tidak tahu. Lepet itu jenis penganan tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa. Dibuat dari campuran ketan, kelapa dan kacang merah atau kacang Tolo. Dibungkus menggunakan janur kelapa dan diikat menggunakan tali rapiah atau tali dari janur itu sendiri. Lalu direbus selama kurang lebih 4 jam.  Penganan yang rasanya gurih ini rupanya sudah mulai sulit dijumpai. Hanya dalam keramaian tertentu seperti saat ada pasar malam, layar tancap atau ada panggung hiburan lain, penganan ini bisa dengan mudah ditemui. Biasanya bersanding dengan singkong rebus dan kacang rebus.  Jenis cemilan yang cukup menyehatkan. Sayang sudah jarang yang melirik. Jadi kalau ing...

Timun Suri, Buah Specialis Ramadhan yang Kaya Manfaat

Saat bulan Ramadhan tiba, banyak sekali hal-hal yang menjadi ciri khas datangnya bulan suci tersebut. Mulai dari pedagang pakaian sampai pedagang makanan.  Untuk pedagang pakaian bisa dilihat dengan maraknya penjual baju Koko serta gamis di sebagian besar pasar dan juga mal-mal.  Sementaraa dari sisi makanan, para pedagang dadakan menghiasi sudut-sudut perkampungan dan juga di sekitar kompleks perumahan. Yang sebagian besar berjualan takjil untuk berbuka puasa. Namun ada satu hal yang paling menarik dan menonjol di bulan Ramadhan ini. Yakni adanya pedagang timun suri. Buah sejenis labu berwarna kuning keemasan. Dengan serat daging yang lembut dan memiliki biji seperti biji buah melon. Timun suri (dokpri) Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya,  tentu sudah tidak asing dengan buah yang satu ini. Tetapi bagi masyarakat di daerah lain bisa jadi tak mengenal buah ini. Karena penyebaran timun suri memang tidak merata. Kecuali di daerah Jawa Barat. Ya, daerah Jawa Barat...

Berburu Rujak Cingur di Jakarta

Bagi penggemar rujak tentu sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Yakni rujak cingur. Namun tidak semua penggemar rujak menyukai jenis rujak satu ini. Karena tampilan rujaknya memang berbeda dibandingkan jenis rujak pada umumnya. Dokumen pribadi Rujak cingur warnanya hitam. Pengaruh dari bumbu petis yang digunakan. Tetapi justru hal inilah yang membuatnya berbeda. Ditambah dengan irisan cingur yang dicampur dalam rujak. Bagi saya inilah yang menjadi daya tarik rujak cingur. Namun tidak semua orang menyukai rujak ini. Sekali pun ia berasal dari Jawa Timur. Rujak cingur memang merupakan salah satu makanan khas Jawa Timur. Utamanya wilayah Surabaya dan sekitarnya. Jadi bagi Anda yang berasal dari Jawa Timur tentu mengenal penganan ini. Boleh jadi merindukan penganan ini jika kini sudah berdomisili di luar Jawa Timur. Inilah yang saya alami ketika suatu hari ingin sekali makan rujak cingur. Tidak mudah menemukan penjual rujak cingur di Jakarta dan sekitarnya. Bukan berarti tak...

Kue Dongkal Nan Legit

Cuaca dingin selepas hujan paling enak minum yang hangat-hangat ditemani sepiring camilan. Umumnya pisang goreng, singkong rebus atau roti bakar. Namun pilihan saya kali ini jatuh pada kue dongkal. Dokumen pribadi Entah kenapa lidah ini tiba-tiba kepengin nyamil kue dongkal. Seperti orang ngidam saja. Maka saya pun segera hunting kue ini. Ternyata oh ternyata  tidak mudah menemukan penjual kue dongkal. Meski akhirnya mendapatkannya juga. Itu pun setelah bertanya ke sana kemari. Rasanya bukan main girang hati ini. Seolah menemukan sesuatu yang hilang. Maka saya pun menikmati kue ini dengan penuh penghayatan. Kelembutan dan kelegitan kue ini rasanya sampai ke hati (ini sih bisa-bisanya saya). Eh, memang benar kok. Harus dinikmati dengan hati. Karena kue dongkal termasuk jajanan tradisional Indonesia yang mulai langka loh! Maka beruntunglah bagi yang masih bisa menjumpai dan menikmati kue ini.  Kue tradisional ini sebenarnya ada di beberapa daerah di Indonesia. Di Betawi (Ja...

Sagon Awur dan Geplak Penganan Khas Betawi Saat Lebaran

Yeaaah, lebaran. Wah, senangnya hati ini. Karena lebaran merupakan hari kemenangan  yang sangat dinanti-nanti oleh umat Islam. Setelah satu bulan penuh berpuasa. Keriweuhan dan kesibukan menjelang hari kemenangan itu terasa di mana-mana. Berbagai cara dilakukan untuk memaknai lebaran. Geplak (dokpri) Anak-anak heboh dengan baju barunya. Para Bapak juga tak kalah heboh dengan segala rencana. Mulai dari rencana pulang kampung atau mudik, mengecat rumah agar tampak bersih dan rapih, juga rencana silaturrohim ke rumah atasan serta rekan-rekan. Yang kesemuanya terkadang terbentur waktu yang hanya sedikit alias mepet . Para ibu lebih riweuh lagi. Mulai dari mengatur uang THR, merencanakan menu lebaran berikut kue-kuenya, mengatur dekorasi rumah agar terlihat indah, sampai merencanakan buah tangan apa yang akan dibawa saat bersilaturrohim ke sanak keluarga. Saya, memiliki keriweuhan tambahan, yaitu menyuguhkan sesuatu yang berbeda dan memberi kesan bagi tamu yang datang. Sela...

Kerak Telor Pizza ala Betawi

Saat ada yang bertanya tentang makanan khas Betawi. Apa jawaban Anda? Kalau saya langsung menjawab kerak telor. Kerak telor (dokpri) Meski sebenarnya tak hanya kerak telor, masih banyak lagi jenis makanan yang khas asal Betawi. Namun kerak telor memang salah satu penganan yang menjadi unggulan dalam kuliner khas Betawi. Lalu saat ditanyakan. "Apakah sudah pernah makan kerak telor?" Jawaban yang terlontar beragam. Ada yang menjawab sudah, ada yang menjawab belum pernah. Bahkan ada juga yang menjawab. Kalau saya akan menjawab sudah pernah. Karena memang sudah pernah mencicipi makanan khas Betawi tersebut. " Gak tahu kerak telor itu kayak mana?" "Lho! Sampeyan tinggal di Jakarta tetapi kerak telor saja ndak tahu? Ngapain aja di Jakarta? Jangan-jangan monas juga ndak tahu! Oalah.... yo piye gak tahu apa-apa. Ndak beda dengan katak dalam tempurung kalo begitu sih!" Nah, bagi yang belum pernah makan kerak telor dan yang tidak tahu apa itu kerak telor. Ini ...

Sejarah Bir Pletok Khas Betawi

Pengamatan menimbulkan kreativitas.  Hal inilah yang terjadi pada masyarakat pribumi di Batavia pada masa penjajahan dahulu. Konon ketika para penjajah itu asyik berpesta dengan minum minuman bir, orang pribumi hanya bisa melihat dan mengamati saja dari jauh.  Dokumen pribadi Meskipun ingin tetapi masyarakat pribumi itu tidak lantas tergiur untuk mencicipi. Sebab mereka sangat teguh memegang aturan agama. Bahwa minuman yang memabukkan itu walau pun sedikit tetap saja hukumnya haram. Orang-orang pribumi itu rupanya tidak mau kalah. Mereka pun lantas berpikir untuk menciptakan minuman yang halal dan tak beralkohol. Maka diciptakanlah minuman dari ramuan rempah-rempah, yang fungsinya sama. Yaitu untuk menghangatkan tubuh. Karena beer atau bir memang jenis minuman yang berfungsi sebagai penghangat diri. Bir pletok terbuat dari campuran jahe, daun pandan wangi dan serai yang direbus terciptalah jenis minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Agar lebih menarik dan terlihat gaya, ...