Langsung ke konten utama

Ongol-ongol Teman Asyik Untuk Ngeteh

Indonesia itu kaya akan segala-galanya. Salah satunya berupa kue. Ada berbagai jenis kue tradisional bisa kita nikmati. Dari Sabang sampai Merauke. Tentu saja jika kita mau mencari tahu dan mencicipinya. 

Salah satu kue tradisional dari daerah Jawa Barat yang sudah tidak asing adalah ongol-ongol. Kue berbahan dasar sagu aren ini bisa dibeli atau malah membuatnya sendiri. Karena memang cukup mudah cara membuatnya. 

Ongol-ongol (dokpri)

Siapkan bahan dasarnya terlebih dahulu. Yaitu berupa sagu aren, gula aren/gula merah, kelapa muda, daun pandan, air dan garam. Campur sagu aren dengan air secukupnya. Lalu aduk sampai rata. Didihkan air yang berisi irisan gula merah dan lembaran daun pandan.

Tambahkan garam secukupnya. Setelah mendidih angkat dan biarkan dingin atau sedikit hangat. Setelah itu tuang ke dalam adonan sagu aren. Aduk dan didihkan lagi. Setelah itu tuang ke dalam loyang. 

Setelah dingin adonan akan mengental. Barulah siap di potong-potong sesuai selera. Bisa berbentuk dadu atau layang-layang. Gulingkan di atas piring yang sudah berisi parutan kelapa muda. 

Oya.. parutan kelapa muda tersebut aduk dengan garam secukupnya agar terasa gurih. Dan ongol-ongol pun siap di santap.

Larindah, 17 September 2017



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneka Jajanan Berbahan Dasar Ketan

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar. Saya termasuk pengge mar jajanan berbahan dasar ketan. Baik itu ketan putih atau ketan hitam. Keduanya sama enaknya kalau sudah dioleh. Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya.  Aneka jajanan berbahan dasar ketan (dok. Denik) Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi.  Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung.  Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya.  Untu...

Sejarah Bir Pletok Khas Betawi

Pengamatan menimbulkan kreativitas.  Hal inilah yang terjadi pada masyarakat pribumi di Batavia pada masa penjajahan dahulu. Konon ketika para penjajah itu asyik berpesta dengan minum minuman bir, orang pribumi hanya bisa melihat dan mengamati saja dari jauh.  Dokumen pribadi Meskipun ingin tetapi masyarakat pribumi itu tidak lantas tergiur untuk mencicipi. Sebab mereka sangat teguh memegang aturan agama. Bahwa minuman yang memabukkan itu walau pun sedikit tetap saja hukumnya haram. Orang-orang pribumi itu rupanya tidak mau kalah. Mereka pun lantas berpikir untuk menciptakan minuman yang halal dan tak beralkohol. Maka diciptakanlah minuman dari ramuan rempah-rempah, yang fungsinya sama. Yaitu untuk menghangatkan tubuh. Karena beer atau bir memang jenis minuman yang berfungsi sebagai penghangat diri. Bir pletok terbuat dari campuran jahe, daun pandan wangi dan serai yang direbus terciptalah jenis minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Agar lebih menarik dan terlihat gaya, ...

Krim Sup dan Pengalaman Pertama Naik Pesawat

Namanya pengalaman pertama tentu ada hal-hal yang bila diingat kembali membuat kita senyum-senyum sendiri. Entah ada kejadian lucu, memalukan atau bahkan menegangkan. Nah, bicara pengalaman pertama, saya ada sedikit cerita. Yakni tentang pengalaman pertama naik pesawat.                           Krim Sup (Dok. Denik)  Tapi bukan tentang kejadian di pesawat yang ingin saya ceritakan. Melainkan terkait makanan. Pertama kali naik pesawat tujuan saya adalah ke Bukittinggi. Jadi saya harus mendarat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Waktu itu saya memilih penerbangan siang, dengan pertimbangan tiba di sana sore hari. Langsung lanjut menuju hotel dan istirahat. Namun saya tidak memperhatikan hal-hal lain seperti cuaca. Saya pikir biasa saja. Rupanya daerah sana dingin. Saya sudah merasa kedinginan sejak di dalam pesawat. Begitu tiba di bandara ternyata cuaca di sana dingin juga. Eh, yang menjemput say...